Senin, 01 Juni 2009

Biologi Bunga

Pembungaan merupakan pertanda bahwa suatu tanaman sedang berada dalam kondisi generatif. Dalam botani bunga merupakan salah satu cara pengelompokan tanaman dalam taxonomi. Tanaman yang sedang berbunga memiliki aktivitas metabolisme yang berbeda dengan tanaman yang berada dalam fase vegetatifnya. Fase generatif tanaman tersebut lebih memfokuskan penggunaan karbohidrat dan senyawa-senyawa lain bagi pembentukan biji.Kemampuan setiap jenis tanaman untuk melakukan pembungaan berbeda baik dalam waktu pembungaan maupun waktu masaknya benang sari dan kepala putik.

Perkembangbiakan dalam tanaman dibagi menjadi menjadi dua yaitu vegetatif dan generatif. Perkembang biakan generatif dalam tanaman dicirikan dengan adanya proses pembuahan yang kemudian membentuk zigot. Zigot tersebut yang berkebang menjadi embrio yang terdapat dalam biji. Proses pembentukan biji tersebut berada dalam organ tanaman yang dinamakan bunga (Tjitrosomo, 1983). Berdasarkan beberapa penelitian lebih lanjut menunjukkan:

  1. Bunga dapat terletak di ujung batang atau cabang dan ketiak daun, yang letaknya sama dengan tempat tunas yang akantumbuh menjadicabang.
  2. Bagian-bagian bunga (kelopak, tajuk, benang sari, putik) kadang-kadang dapat menyerupai daun biasa dengan perbedaan sedikit sampai besar sekali.
  3. Pada ketiak daun kelopak atau daun tajuk kadang-kadang dapatmembentuk sebuah kuncup.
  4. Kadang-kadang bunga dapat membentuk biasa yang berdaun.

Bunga sebagai organ reproduksi memiliki dua bagian penting untuk proses perkembangbiakan yaitu benag sari dan putik (Tjitrosomo, 1983), meskipun demikian bunga dapat memiliki beberapa bagian lain yang memiliki fungsi khusus. Berdasarkan strukturnya bunga terbagi menjadi dua yaitu:

  1. Bunga lengkap
  2. Bunga tidak lengkap

Pembagian bunga berdasarkan struktur didasarkan kelengkapan bagian bunga yang dimiliki. Bunga lengkap memiliki empat bagian utama yaitu:

  1. Kelopak (calyx)
  2. Tajuk atau mahkota (corolla)
  3. Benang sari (stamen)
  4. Putik (pistillum) (Darjanto, 1990)

Benang sari dan putik merupakan komponen utama dalam penyerbukan dalam bunga. Benang sari dan putik itu sendiri terdapat dalam bunga sehingga dapat dikatakan bahwa bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif bagi tanaman (Sunarto, 1997). Oleh karena itu bunga dapat dibagi berdasarkan kelengkapan alat kelaminnya menjadi:

  1. Bunga sempurna
  2. Bunga tidak sempurna

Bunga sempurna merupakan bunga yang memiliki benang sari dan putik. Benang sari setiap tanaman memiliki jumlah dan ukuran tersendiri pada tiap spesies tanaman. Berikut data jumlah benang sari pada beberapa jenis tanaman.

Nama Indonesia

Nama latin

Jumlah benang sari

Anggrek Dendrobium

Jagung

Tomat

Kelapa

Dendrobium crumenatum Swartza.

Zea mays L.

Solanum lycopersicum L.

Cocos nucifera L.

1

3

5

6

(Darjanto, 1990)

Prses penyerbukan dalam tanaman dapat dibagi menjadi dua yaitu penyerbukan sendiri dan penyerbukan silang. Penyerbukan sendiri (self pollination) terjadi apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman. Sedangkan penyerbukan silang (cross pollination) terjadi bila serbuk sari berasal dari bunga tanamn lain.

Beberapa bunga memiliki ciri morfologi khusus pada tiap spesiesnya yang mengakibatkan perbedaan proses penyerbukan. Secara umum proses penyerbukan pada tanaman dipengaruhi oleh beberapa proses sebagai berikut:

  1. Penyerbukan tertutup atau kleistogami (cleistogamie) yaitu proses penyerbukan bunga yang terjadi ketika bunga masih kuncup. Proses penyerbukan biasanya berupa autogamie.

2. Penyerbukan terbuka atau kasmogami (chasmogamie) yaitu proses penyerbukan bunga yang terjadi ketika bunga telah mekar. Proses penyerbukan ini dapat meyebabkan tanaman melakukan autogamie, geitonogamie, allogamie, dan xenogamie.

3. Diogamie (dichogamie) merupakan proses masaknya putik dan serbuk sari secara tidak bersamaan.

4. Herkogami (herkogamie) bunga dimana letak kepala sari dan putik saling berjauhan sehingga sulit mengalami penyerbukan sendiri

5. Heterostili (heterostylie) merupakan bunga yang memiliki panjang putik dan benang sari berbeda-beda.

6. Anemofili (anemophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh angin.

7. Entomofili (enthomophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh serangga.

8. Ornitofili (ornithophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh burung.

9. Kiropterofili (chiropterophilie) merupakan bunga yang penyerbukan dibantu oleh kelelawar. (Darjanto, 1990)